Penggunaan Kecerdasan buatan atau AI di sekolah selama ini sering dilihat dari sudut pandang siswa. Padahal,teknologi ini juga sangat bermanfaat jika digunakan untuk guru. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan
Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menilai AI bisa membantu guru dalam menjalankan proses belajar mengajar,terutama saat mengelola kelas dan membantu guru menyusun dan menyampaikan materi pembelajaran di
kelas.Dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari misalnya, AI dapat membantu guru membaca perkembangansiswa dengan lebih jelas. AI dapat membantu guru dengan menggunakan data pembelajaran yang bisa diolah
untuk melihat bagian mana yang masih sulit dipahami, siapa yang butuh pendampingan lebih, dan metode apa yang perlu disesuaikan. Dengan bantuan ini, guru tidak lagi hanya mengandalkan perkiraan, tetapi memiliki
informasi yang lebih pasti untuk mengambil keputusan di kelas.
Dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan ini, kehadiran AI tidak lagi perlu dikhawatirkan akanmengubah peran utama guru dalam pembelajaran. Sebaliknya, AI dapat dipakai sebagai alat bantu, sementara
guru tetap terlibat langsung dalam membimbing siswa, membangun interaksi, dan menjaga suasana belajartetap berjalan dengan baik. Guru juga akan bisa menentukan arah pembelajaran dan menyesuaikan dengan
kebutuhan siswa dengan menggunakan teknologi ini dengan baik.
Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di dunia pendidikan tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga membawa dampak positif bagi para guru. Teknologi AI dinilai mampu membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran dan efisiensi kerja pendidik.
Salah satu manfaat utama AI bagi guru adalah membantu dalam penyusunan materi ajar, pembuatan soal, serta penilaian hasil belajar secara lebih cepat dan terstruktur. Dengan dukungan teknologi ini, guru dapat menghemat waktu administrasi dan lebih fokus pada proses pendampingan siswa.
Selain itu, AI juga dapat membantu guru menganalisis kemampuan dan kebutuhan belajar siswa secara lebih akurat. Data tersebut memungkinkan guru menyesuaikan metode pembelajaran agar lebih tepat sasaran dan inklusif.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa AI berperan sebagai alat bantu, bukan pengganti peran guru. Sentuhan manusia, empati, dan interaksi langsung tetap menjadi aspek penting dalam proses pendidikan.
Pemanfaatan AI yang bijak diharapkan dapat mendukung transformasi pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah
