
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai perlu melibatkan lebih banyak pihak di tingkat lokal, termasuk kantin sekolah dan pelaku UMKM. Menurut sejumlah pakar, keterlibatan kedua sektor tersebut dapat membantu meningkatkan efektivitas distribusi makanan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Pakar menilai kantin sekolah memiliki keunggulan karena telah memahami kebutuhan dan kebiasaan konsumsi siswa. Dengan dukungan standar gizi yang ditetapkan pemerintah, kantin sekolah berpotensi menjadi mitra strategis dalam penyediaan makanan bergizi bagi peserta didik.
Selain itu, pelibatan UMKM dinilai dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah. Kebutuhan bahan baku makanan, pengolahan, hingga distribusi dapat membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha lokal yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Menurut pakar, pendekatan yang melibatkan pelaku lokal juga dapat mengurangi ketergantungan pada sistem distribusi yang terpusat. Dengan rantai pasok yang lebih pendek, proses penyediaan makanan berpotensi menjadi lebih efisien sekaligus menjaga kualitas dan kesegaran bahan pangan yang digunakan.
Meski demikian, pelibatan kantin sekolah dan UMKM harus tetap disertai pengawasan yang ketat. Pemerintah perlu memastikan seluruh mitra memenuhi standar keamanan pangan, kualitas gizi, kebersihan, serta tata kelola yang telah ditetapkan agar tujuan utama program tetap tercapai.
Pakar juga menilai kolaborasi dengan UMKM dapat menjadi solusi untuk memperkuat ketahanan program dalam jangka panjang. Selain meningkatkan kualitas gizi peserta didik, program MBG diharapkan mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar sekolah.