
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Demak sempat mengalami hambatan setelah beberapa dapur penyedia makanan menghentikan aktivitasnya untuk sementara waktu. Penghentian operasional ini terjadi karena dana yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan dapur belum diterima sesuai jadwal.
Keterlambatan pencairan dana membuat pengelola dapur kesulitan memenuhi berbagai kebutuhan operasional, mulai dari pembelian bahan pangan, pembayaran kepada pemasok, hingga biaya produksi dan distribusi makanan. Akibatnya, sejumlah dapur memilih menghentikan sementara kegiatan memasak sambil menunggu kepastian pendanaan.
Dampak dari kondisi tersebut turut dirasakan oleh sekolah-sekolah yang menjadi penerima manfaat program MBG. Distribusi makanan yang biasanya dilakukan secara rutin mengalami gangguan sehingga memerlukan penanganan cepat agar layanan dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya.
Berbagai pihak kemudian melakukan koordinasi untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut. Upaya percepatan administrasi dan penyelesaian kendala pendanaan dilakukan agar operasional dapur tidak terganggu dalam jangka waktu yang lebih lama.
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa persoalan tersebut telah ditangani. Setelah proses pencairan dana selesai dan koordinasi dengan pihak terkait dilakukan, dapur-dapur MBG yang sebelumnya berhenti kini kembali beroperasi dan melanjutkan penyaluran makanan kepada para siswa penerima manfaat.