Belasan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Tengah terpaksa dihentikan sementara operasionalnya setelah ditemukan sejumlah kendala di lapangan. Jumlah dapur yang mendapatkan suspend ini
cukup banyak, dan mencapai sekitar 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga cukup berdampak pada jalannya program di wilayah ini.
Sebagian besar kendala yang ditemukan berkaitan dengan ketidaksiapan fasilitas dan standar dasar operasional yang belum terpenuhi. Beberapa SPPG bahkan diketahui belum memenuhi aspek penting seperti
higienitas dan pengelolaan limbah, yang merupakan syarat utama sebelum dapur bisa beroperasi. Selain itu, kendala lain yang ditemukan adalah ketiadaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan belum adanya sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS). Ada juga dapur yang dinilai belum siap dari sisi teknis, seperti dari penataan ruang, alur kerja, dan kelengkapan peralatan yang digunakan. Pemerintah memahami jika keadaan di tiap lokasi bisa berbeda-beda, tetapi standar
yang sudah ditetapkan tetap harus dipenuhi supaya operasional bisa berjalan dengan aman dan tidak merugikan penerima manfaatnya. Pengecekan juga akan terus dilakukan secara berkala untuk melihat bagian
mana saja yang masih perlu diperbaiki sebelum dapur bisa kembali digunakan.
Article Detail
Belasan Dapur MBG di Kalimantan Tengah Harus Dihentikan Sementara, Kenapa
Belasan Dapur MBG di Kalimantan Tengah Harus Dihentikan Sementara, Kenapa
